Mohamed Salah bisa dilarang bermain untuk dua pertandingan Liga Primer terakhir Liverpool jika ia dituduh melakukan kekerasan oleh Asosiasi Sepakbola, metro.co.uk (30/4/2018).
Pemain internasional Mesir itu tampak melakukan pukulan pada pemain belakang Bruno Martins Indi di babak pertama dalam laga imbang tanpa gol Liverpool melawan Stoke City di Anfield, Sabtu.
Tampaknya bahwa pemain 25 tahun itu marah dengan marking dari bek Belanda itu dan ia melampiaskannya dengan mengibaskan tangannya dengan kuat ke kepala Bruno.
Wasit Andre Marriner tidak mengambil tindakan apa pun selama pertandingan, dan insiden itu sekarang bisa dirujuk ke tiga panel disipliner FA untuk ditinjau. Rekaman video itu akan dilihat secara terpisah oleh tiga panel Liga Primer untuk menentukan apakah Salah seharusnya dihukum. Dan untuk tindakan retrospektif yang harus diambil, keputusan dari panel harus bulat.
Jika dia dinyatakan bersalah, Salah harus menjawab tuduhan melakukan kekerasan dan memberikan banding, jika tidak berhasil maka dia akan dilarang untuk tiga pertandingan domestik.
Itu berarti pemain berusia 25 tahun itu akan kehilangan dua pertandingan Premier League tersisa Liverpool melawan Chelsea dan Brighton.
Tentu saja ini gawat lantaran Mohamed Salah baru saat tersalip 1 gol oleh Lionel Messi dalam perburuan Golden Shoe 2018, usai superstar Argentina itu mencetak hattrick dalam kemenangan 4-2 atas La Coruna.
Dan tentu saja posisi Liverpool juga belum aman di empat besar dari kejaran Chelsea dan laga di Stamford Bridge pekan depan bisa krusial dalam persaingan untuk menuju Liga Champions musim depan.
Saat ini Liverpool unggul 6 poin dari Chelsea di urutan kelima yang masih punya tabungan sisa. Jika The reds kalah di Stamford Bridge dan The Blues memenangi semua laga sisa mereka, posisi pasukan Jurgen Klopp bisa berada dalam bahaya.
Sumber
