Ada laga melawan Barcelona di babak perempat final contohnya. Siapa yang awalnya menyangka Barca akan kalah dari Roma, tapi laga leg kedua antara keduanya membuktikan hal tersebut.
Salah satu kehebatan Liverpool memang berasal dari pemain andalan mereka Mo Salah. Banyak pula yang menjuluki Salah sebagai "si raja Mesir" karena asalnya yang memang dari negara Afrika tersebut.
Namun sepertinya pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dan tentunya Mo Salah, harus bersiap menghadapi salah satu jagoan baru Roma, yang kini juga dijuluki "The New Egyptian King" oleh publik Roma. Dialah Stephan El Shaarawy.
Dilansir dari dailymail.co.uk (29/04/2018), El Shaarawy memang adalah warga Italia, namu fakta bahwa ayahnya yang berasal dari Mesir, membuat julukan tersebut menempel padanya.
Buktinya saja pada pertandingan antara Roma melawan Chievo di pertandingan Serie A. Sabtu (28/04) WIB. El Shaarawy berhasil mencetak 1 gol di menit ke-64, gol ketiga dari kemenangan 4-1 Roma dari Chievo.
Memang pada laga leg pertama melawan Liverpool, El Shaarawy, hanya menjadi penghuni bangku cadangan. Namun dengan beberapa pemain Roma yang kemungkinan diragukan untuk tampil seperti Kevin Strootman dan Diego Perotti, maka kesempatan untuk El Shaarawy terbuka lebar, meski pelatih mereka, Eusebio Di Francesco, masih belum memastikan apakah El Shaarawy akan diturunkan menjadi pemain starting atau tidak.
Nah, kalau menurut sobat UCers, bisakah El Shaarawy menjadi momok baru bagi Liverpool saat pertemuan di leg kedua babak semi final Liga Champions nanti?
Sumber
