City menjadi tim pertama Liga Primer yang finis dengan 100 poin, memenangkan gelar dengan marjin poin terbesar (19 poin), mencetak gol paling banyak (106), mengoleksi kemenangan terbanyak (32), meraih 18 kemenangan beruntun, dan selisih gol terbaik (+79).
Secara keseluruhan, skuad besutan Guardiola memecahkan 11 rekor. Itu akan sulit disamai, karena kampanye musim depan bakal jauh lebih sulit.
"Kami tidak akan memecahkan rekor lagi di Liga Primer, itu tidak mungkin, hampir tidak mungkin," kata Guardiola jelang laga kontra Liverpool di International Champions Cup 2018 di New Jersey, Kamis (26/7) pagi WIB.
Sikap pesimistis Guardiola bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada tur pramusim di Amerika Serikat, kekuatan City belum komplet, dengan 15 pemain masih menikmati masa liburan seusai berjuang membela timnas masing-masing di Piala Dunia 2018.
City bahkan terpaksa mengandalkan sebagian besar pemain mudanya di ajang ICC 2018.
"Ketika kami kembali, kami punya empat atau lima hari untuk bersiap melawan Chelsea (Community Shield). Targetnya adalah memenangkan setiap pertandingan. Catatan yang kami ambil dari musim lalu adalah konsekuensi dari apa yang telah kami lakukan setiap hari. Itu intinya," ujar Guardiola.
"Jika kita membandingkan posisi kami pada November, Desember, dan Januari, membandingkan semuanya, kami tidak akan sanggup menyamai apa yang telah kami lakukan musim lalu."
Guardiola sudah menandatangani kontrak baru pada Mei lalu, yang memungkinkannya menukangi City hingga 2021. Itu adalah komitmen terlama yang pernah ia buat sejak alih profesi sebagai manajer pada 2008. Bagaimanapun, pria asal Spanyol itu tahu tidak ada yang pasti dalam sepak bola.
"Ketika kami memutuskan memperpanjang kontrak, pertama saya merasa nyaman. Kedua, itu bentuk kepercayaan klub atas apa yang sudah kami lakukan. Orang-orang di klub tahu bahwa semua tergantung pada hasil. Kami memiliki kontrak tiga tahun lagi, tapi hasil akhir akan menentukan masa depan," katanya.
Guardiola menyadari bahwa semuanya bisa berakhir lebih cepat jika ia dan timnya gagal tampil konsisten untuk memenangkan trofi. "Pelatih sepak bola selalu berada dalam posisi berbahaya."
Sementara itu, Guardiola mengaku tidak terpengaruh oleh belanja pemain besar-besaran para rivalnya di Liga Primer. Liverpool telah memercikkan 250 juta pounds (Rp 4,7 triliun) sejak Januari dalam upaya membangun tim yang mampu menantang gelar.
Sebaliknya, The Citizens baru membeli Riyad Mahrez dari Leicester City seharga 60 juta pounds (Rp 1,1 triliun). Namun, Guardiola merasa materi pemainnya sekarang sudah cukup lengkap.
"Setiap klub melakukan apa yang mereka percaya. Saya sangat mengerti. Mereka pesaing untuk memenangkan gelar, Liverpool selalu menjadi pesaing karena sejarah yang mereka miliki," kata Guardiola ketika ditanya tentang aktivitas The Reds di bursa transfer.
"Saya tidak peduli apa yang dikatakan seseorang suatu hari nanti. Jika Liverpool percaya mereka membutuhkan pemain-pemain ini dengan uang sebanyak itu, itu bagus. Jika mereka pikir itu yang terbaik untuk mereka, itu sempurna. Semua pesaing, United, Arsenal, Tottenham, akan lebih kuat."
Rekor Manchester City Musim 20117/2018
-Menjadi tim pertama di Liga Primer yang finis dengan total 100 poin.
-Juara dengan marjin poin terbesar, yakni 19 poin, dibandingkan peringkat dua Manchester United.
-Mencetak gol paling banyak, yakni 106 gol.
-Kemasukan gol paling sedikit, yakni 27 gol.
-Memiliki selisih gol terbaik, yakni +79.
-Mengoleksi kemenangan terbanyak, yakni 32 kali.
-Meraih 18 kemenangan beruntun.
Sumber
