BERINDO
Author
Kesuksesan timnas Prancis untuk menjuarai Piala Dunia 2018 tak lepas dari racikan strategi dari sang pelatih, Didier Deschamps. Namun nampaknya ada satu sosok yang tidak begitu senang dengan penampilan dari Les Blues, dan mendesak agar sang pelatih untuk mundur, dikutip dari bola.com.
Timnas Prancis sukses merengkuh gelar Piala Dunia yang kedua setelah berhasil mengalahkan timnas Kroasia di babak final dengan skor 4-2. Meskipun mereka keluar sebagai juara, namun penampilan Prancis rupanya tidak membuat beberapa orang terkesan. Salah satunya adalah bek Kroasia, Dejan Lovren, yang secara terang-terangan mengaku tak suka dengan strategi yang mereka terapkan.
Kritikan lainnya juga datang dari salah satu sosok yang pernah membela skuat timnas Prancis, Hatem Ben Arfa. Ia merasa penerapan strategi dari Didier Deschamps itu akan memberikan dampak negatif kepada Les Blues di masa yang akan datang.
"Akan jadi berbahaya bila Prancis sembunyi di balik kemenangan kedua Piala Dunia ini, dan membuat gaya tim menjadi titik referensi. Anda tak bisa menyembunyikan fakta bahwa gaya tim Prancis sedikit jelek," ujar Pria 31 tahun itu kepada majalah France Football.
Ia tak ingin strategi ini menjadi sebuah norma di akademi klub, karena meniru sang juara piala dunia.
"Saya tak ingin itu menjadi sebuah norma di akademi klub, karena orang-orang sering meniru juara Piala Dunia. Tentu saja saya menyadari bahwa metode mereka sangat efisien. Les Blues adalah penjudi, yang memanfaatkan semua kesalahan lawannya," lanjut Ben Arfa.
Meskipun begitu, Ia sendiri mengaku kagum dengan torehan yang berhasil dicapai oleh Deschamps. Namun, ia lebih mengharapkan pria berumur 49 tahun itu untuk mengikuti jejak pelatih asal Prancis lainnya, Zinedine Zidane, bersama Real Madrid.
"Saya angkat topi untuk tuan Deschamps. Tapi pada posisinya, saya akan menunduk saat masih di puncak. Sedikit mirip dengan Zinedine Zidane dengan Real Madrid, Dengan begitu, penerusnya bisa mengerahkan potensial dari tim, dan membuat para pemain muda yang mengesankan bebas menunjukkan permainan indahnya seperti Brasil," ujarnya.
Menurut para UCser, setujukah dengan Pendapat dari Dejan Lovren dan Hatem Ben Arfa?
Sumber
