Dalam hal persentase ketertarikan seluruh populasi negara pada sepak bola, Indonesia hanya kalah dari Nigeria. Sebanyak 83% penduduk negara yang memiliki timnas berjuluk Elang Super itu diklaim menyukai sepak bola.
Menurut riset dari sumber yang sama, Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan 'gila bola'. Selain Indonesia, negara lain yang memiliki tingkat ketertarikan tinggi pada sepak bola adalah Thailand dan Malaysia.
Thailand berada di peringkat ketiga dengan 75% penduduk yang mengikuti sepak bola. Sedangkan Malaysia yang mendapat poin hingga 70% berada di peringkat keenam. Persentase itu mengalahkan negara-negara pengumpul gelar juara dunia, seperti Spanyol, Brasil, Italia, dan Jerman.
Menariknya, jumlah penduduk Indonesia yang tertarik dengan sepak bola tidak berbanding lurus dengan tingkat partisipasi para warganya yang turun ke lapangan dan memainkan olahraga tersebut. Tercatat hanya 17% penduduk Indonesia yang aktif bermain sepak bola, setidaknya satu pekan sekali. Kondisi itu menjadikan Indonesia ada pada urutan ke-22 dari 34 negara yang disurvei
Nigeria menjadi negara dengan partisipasi tertinggi. Tercatat 65% penduduk negara tersebut memainkan olahraga yang memiliki kejuaraan bergengsi yang digelar empat tahun sekali.
Selain Nigeria, terdapat Mesir dan Afrika Selatan sebagai negara yang menempati posisi tiga besar pada tingkat partisipasi dalam sepak bola dengan angka di atas 40%.
Sementara Thailand tercatat sebagai negara Asia teratas yang penduduknya bermain sepak bola. Ada 41% dari populasi Negara Gajah Putih tersebut yang aktif bermain sepak bola setidaknya satu kali dalam satu minggu.
Saking Antusiasnya Liat Piala Dunia Sampai Jalanpun di Blokir
Warung yang lokasinya tepat berada di bibir jalan penghubung akses desa ini, sudah mulai memblokir jalan sejak awal pertandingan dimulai antara Rusia melawan Arab Saudi, Kamis, 14 Juni 2018.
Aktifitas ini juga masih berlangsung, sesuai rencana akan dilakukan hingga perhelatan sepak bola akbar itu selesai.
"Nobar akan dilakukan hingga piala dunia selesai," kata Pemilik Warkop Joper, Zahidin kepada Surya, Senin (18/6/2018).
Meski memblokir jalan, namun dirinya bersama warga lain yang ikut serta nobar bersikap kooperatif apabila ada kendaraan yang melintas, baik sepeda motor atau mobil.
Dengan segera, maka kursi tempat duduk yang berukuran memanjang ditepikan dan mempersilahkan kendaraan untuk melintas.
"Kalau sepeda motor bisa melintas tanpa menepikan kursi. Namun kalau ada mobil, maka kursi ditepikan, warga juga memberikan jalan," terangnya sambil melayani pembeli.
Pria satu anak itu menambahkan, apabila pertandingan sudah selesai, maka seluruh perangkat nobar akan dirapikan untuk dimasukkan di dalam rumah.
Selain itu, jalan yang sebelumnya diblokir juga akan dibuka kembali karena warga mulai membubarkan diri.
"Kalau pertandingan selesai, maka jalan kembali dibuka," tutupnya.
Sumber


