Umur 6 tahun jadi momentum yang mungkin tak pernah bisa ia lupakan, sang kakek, Luka bersama dengan 6 orang tetangganya pada Desember 1991 harus dieksekusi mati oleh tentara Serbia yang tak setuju Kroasia lepas dan jadi negara merdeka. Sang ayah yang sebelum perang kemerdekaan Kroasia berprofesi sebagai pekerja tekstil mau tak mau ikut angkat senjata dan bergabung ke tentara Kroasia.
Usai mengeksekusi sang kakek, tentara Serbia dibantu oleh barisan milisi bayaran membakar habis seluruh rumah di desa Jesenice. Rumahnya rata dibakar si jago merah. Bersama dengan sang ibu dan keluarga yang lain ia menjadi pengungsi.
Hidup di pengungsian
Hidup di pengungsian, Modric harus menjalani hidup dengan suara ledakan granat tiap malam. Hanya sepakbola yang kemudian jadi alat hiburan untuk dirinya lepas dari ketakutan itu semua. Saat mulai bermain sepabola, seorang pelatihnya sempat mengatakan bahwa dirinya sangat pemalu dan akan sulit untuk jadi bintang besar seperti cita-citanya.
Trauma masa lalu memang membuat Modric jadi sosok yang tertutup dan pemalu. Setelah bergabung ke akademi Zadar dengan uang dari sisa gaji sang ayah yang jadi tentara, Modric berusaha merentas karier di lapangan hijau.
Seperti dikutip dari data transfermakt.com (12/07/18) Modric berhasil masuk ke akademi sepakbola terkenal Kroasia, Dinamo Zagreb. Pada 2003, ia promosi dari tim akademi Dinamo Zagreb. Bermain di posisi sebagai CM, Modric memiliki gaya main khas dengan kontrol bola yang mengagumkan.
Bergabung ke klub juara
Setelah sempat dipinjamkan ke dua klub, Zrinjski dan Inter Zapresic, Dinamo Zagreb akhirnya melepas Modric untuk keluar Kroasia dan coba peruntungan bersama Tottenham Hotspur pada 2008. Gemilang bersama Spurs, mental Modric terasah dengan bergabung ke Real Madrid pada 2012.
Bergabung dengan klub bermental juara, Modric semakin tunjukkan dirinya ialah gelandang berbahaya. Sejumlah gelar pun sukses ia persembahkan untuk El Real, termasuk 4 gelar Liga Champions. Maka tak mengherankan jika kemudian bocah pengungsi ini mampu memimpin rekan-rekannya di Timnas Kroasia untuk lolos ke partai puncak Piala Dunia 2018 usai singkirkan Inggris di semifinal dengan skor 2-1.
Sumber


