Luis Milla, awalnya sempat akan ‘didepak’ oleh PSSI. Kontraknya sebagai pelatih Timnas U-23 Indonesia, sudah hampir diputus.
Seakan sudah menjadi sebuah kebudayaan, di dunia sepak bola Indonesia, tidak segan-segan, PSSI biasanya akan memberhentikan kontrak dengan pihak pelatih, ketika Timnas tidak bisa mendapatkan gelar juara.
Dilansir dari okezone.com, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi secara langsung menungkapkan, bahwa pihaknya telah mengajukan kontrak perpanjangan kepada Luis Milla.
Hal ini dilakukan, atas dasar ‘desakan’ dan hasil evaluasi, melihat perkembangan yang bagus dari Timnas U-23 Indonesia, ketika berada di bawah kepemimpinanya (Luis Milla- red).
Mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak dari PSSI, ternyata tidak serta-merta membuat Milla menerima tawaran itu. Dirinya sempat mengajukan beberapa permintaan, seperti kenaikan gaji dan fasilitas mewah.
Pihak PSSI pun juga berlaku sama, mengingat gaji Milla sudah menembus angka 600 juta rupiah, mereka tidak bisa secara langsung mengabulkan permintaannya itu.
Tarik ulur antara Luis Milla dengan PSSI ini, pada akhinya akan mempengaruhi masa depan sepak bola Indonesia, khususnya bagi Timnas U-23.
Ketidakjelasan terkait siapa yang akan menjadi pelatih Timnas U-23 Indonesia, akan membuat skuad Timnas menganggur, karena tidak bisa melakukan pemusatan latihan.
Timnas harus lekas disentuh, mereka butuh porsi latihan yang jelas, guna menyambut turnamen yang akan datang.
Indonesia memiliki minat dan peluang besar dalam dunia sepak bola. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Indonesia sudah menunjukkan progress yang bagus.
Jika permasalahan internal terus-terusan menjegal dan menghantui skuad Timnas, maka hal ini akan sangat menghambat perkembangan dunia sepak bola Indonesia.
Bagaimana komentar anda mengenai hal ini?
Jangan lupa untuk klik ikuti laman ini agar tidak ketinggalan berita
Jangan lupa untuk like, share, dan comment ya…
Sumber

