Sebagian besar pencinta sepakbola tanah air pun mendesak Edy Rhmayadi selaku ketua umum PSSI untuk mundur dari jabatannya agar bisa fokus menjalankan roda pemerintahan di Sumut. Sayangnya, Edy kekh dan ogah melepas jabatan sebagai Ketum dan dengan tegas bilang akan merangkap jabatan.
Dlansir dari bolalob.com (13/9/2018), Hal ini mendapat perhatian dari Menpora Imam Nahrawi, Beliau pun turun tangan menanggapi keinginan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi untuk merangkap jabatan Ketum PSSI.
"Tentu ini bukan soal regulasi dan aturan, tapi kepatutan bagaimana membagi waktu yang baik," tuturnya.
Imam Nahrawai pun secara mengejutkan meminta Edy Rahmayadi selaku Ketum PSSI fokus dalam memimpin suatu organisasi khususnya dalam membangun sepakbola Timnas Indonesia. Menpora tiidak menginginkan akan double jabatan yang membuat waktu dari Ketum PSSI ini terbagi.
"Saya tahu karena tugas pemimpin daerah itu berat banget. Makanya urus sepak bola itu harus fokus," tambahnya.
Bahkan Imam Nahrawi terang terangan berharap PSSI dipimpin mantan atau tokoh sepakbola yang betul-betul mengerti dan fokus terhadap sepakbola Indonesia, seperti Presiden Madura Unite, Achsanul Qasasi.
"Semoga ke depannya mantan-mantan pesepak bola yang bisa lebih mengendalikan federasi. Paling tidak orang yang berhasil mengelola klub dan punya waktu yang cukup luas. Seperti pak Achsanul Qasasi," pungkasnya.
Berbeda dari keinginan menpora Para pecinta bola Santer menyuarakan Keinginan mereka mengenai ketum PSSI di pegang Erick thohir, seusai sukses menggelar Asian Games 2018 kemarin. Melihat apa yang di ucapkan oleh Menpora kita patut khawatir, mengingat intervensi pemerintah kepada PSSI dialarang oleh FIFA semoga kejadian buruk masa lalu tidak terulang lagi. Menurut kalian sendiri, bagaimana sobat UCers? Cocok dengan ketua yang di calonkan?
Salam penuh cinta dari mimin, semoga hari kalian menyenangkan.
Sumber

